Header Ads

Panduan Dasar Sekali Membaca Laporan Keuangan untuk Analisa Fundamental Investor


Jika kita sudah memutuskan benar-benar ingin niat invest uang kita ke suatu perusahaan, kita harus tau apa ‘isi’ perusahaan tersebut. Apa bisnis yang dilakukannya. Bagaimana performanya selama ini apakah profitable atau malah merugi terus. Dan risiko atau tantangan apa saja yang dihadapi perusahaan tersebut.

Untuk mengetahui hal-hal itu kita dapat melihat materi Public Expose(Pubex), Annual Report(AR) dan Laporan Keuangannya(LK). Semua itu bisa kita dapat dari website IDX atau di website resmi emiten tersebut. Saya sarankan anda membacanya dari materi Pubex terlebih dahulu karena dari situlah anda dijelaskan secara garis besar apa bisnis emiten tersebut.

Kemudian anda membaca AR karena biasanya terdapat informasi-informasi penting dan lebih detil mengenai usahanya seperti produk-produknya, struktur pemegang sahamnya(ini emiten anak dari perusahaan atau holding apa), sejarah perusahaan, pencapaian dan penghargaan, jajaran komisaris dan direksi hingga pandangan mereka terhadap pencapaian perusahan(disini jika kita cermat dapat membaca bagaimana sebuah manajemen itu jujur atau tidak).

Dan yang paling penting adalah membaca LKnya karena dalam bisnis tidak bisa terlepas dari keuangan. Menurut saya seorang investor HARUS BISA membaca LK, karena bagaimana seorang investor tau keuangan perusahan itu bagus kalau membacanya saja tidak bisa atau tidak pernah? Jika tidak bisa dan tidak mau belajar lebih baik serahkan saja uang anda pada reksadana atau deposito.

Laporan keuangan terdiri dari 4 bagian, yaitu Balance sheet(Neraca), Income statement(laba rugi), Cash Flow(Arus Kas), dan catatan atas laporan keuangan. Pada artikel ini saya akan menunjukkan item-item yang penting yang perlu diperhatikan dan diinput kedalam lembar kerja anda(Ms. excel) agar anda bisa menarik kesimpulan suatu perusahaan memiliki keuangan yang baik/tidak, murah/mahal dan growth/stagnan. 

Dan saya juga telah membuat format analisa versi saya sendiri dan bisa anda di download di artikel Contoh Format Lembar Analisis

Untuk mempelajarinya, mari kita lihat LK Indofood CBP Tbk(ICBP) tahun 2016 sebagai contoh.
(karena keterbatasan waktu penulis, maka detail-detail mengenai akun-akun tertentu yang menarik dibahas akan saya tulis di artikel yang berbeda)


1. Balance Sheet(Neraca)

Pada neraca kita dapat melihat posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu asset, liabilitias dan ekuitas.
Asset merupakan semua yang dapat digunakan untuk mengoperasikan perusahaan seperti kas, piutang, persediaan, aset tetap dll.
Liabilities merupakan kewajiban seperti hutang yang harus dilunasi dalam jangka pendek maupun panjang
Ekuitas merupakan modal suatu perusahaan (Ekuitas = aset – liabilitias)

Balance sheet aset

Pertama, pada bagian aset. Saya memperhatikan kas yang dimiliki perusahaan dan mengecek notes dan melihat rinciannya sesuai nomor catatan, dan bisa diketahui dimana perusahaan menyimpan uang cashnya. Begitu juga tiap akun yang dianggap penting dan memiliki nilai besar. Tapi khusus untuk beberapa emiten seperti properti saya akan langsung mengecek Aset tetap, Properti Investasi dan Tanah untuk dikembangkan, karena akun-akun itu menarik untuk dibahas, saya akan link jika sudah dipost.

Akun yang saya masukkan ke excel : kas, jumlah aset lancar, dan jumlah aset tidak lancar.
Balance sheet liabilitas
Kedua, bagian liabilitas. Hal pertama dan penting yang saya perhatikan adalah adakah utang bank atau tidak. Jika tidak berarti bagus, kalau ada it's okay juga, tapi memang lebih bagus tidak ada utang bank. 

Akun yang saya masukkan ke excel : utang bank, jumlah liabilitas lancar dan jumlah liabilitas tidak lancar.



Balance sheet ekuitas
Terakhir dibagian BS ada ekuitas. Hal penting yang perlu diketahui adalah ekuitas yang kita dapatkan sebagai pemilik saham adalah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Selebihnya(non pengendali) bukanlah hak kita sebagai pemilik saham. Untuk mempelajari lebih lanjut bisa lihat artikel, Apa itu Kepentingan Non-Pengendali?

Akun yang saya masukkan ke excel : kedua ekuitas. Yang kepada pemilik entitas induk dan non pengendali.


2. Income Statement(Laporan laba rugi)

Disini kita dapat melihat seberapa besar pendapatan, beban dan keuntungan/rugi yang dihasilkan oleh perusahaan pada periode tersebut.


Laporan laba rugi


Laporan laba rugi(lanjutan)

Selain mengetahui pendapatan, beban dan laba, kita juga bisa mengetahui rasio profit margin dari penjualan mereka. Rasio profit margin ada Gross Profit Margin(GPM), Operating Profit Margin(OPM) dan Net Profit Margin(NPM). Penjelasan mengenai profit margin bisa dibaca artikel saya yang lain tentang Apa itu Profit Margin(GPM, OPM dan NPM)?

Akun yang dimasukkan ke excel : Pendapatan, beban pokok penjualan(COGS), beban usaha, dan laba bersih/tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Nantinya laba kotor, dan laba usaha akan menyesuakan rumus dari excel(otomastis dikurangkan). 

3.  Cash Flow(Arus Kas)

Pada bagian arus kas, kita dapat melihat kas yang keluar masuk dalam periode tersebut dan ini yang paling menarik diperhatikan untuk mengetahui keuangan perusahaan.
Arus kas

Arus kas hanya mencatat kas yang masuk dan keluar perusahaan. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan mengklaim di laporan laba rugi memperoleh pendapatan 2 Triliun, tetapi di bagian arus kas penerimaan kas dari pelanggan hanya 1 Triliun, maka 1 Triliun sisa masih dalam bentuk piutang.

Arus kas dibagi menjadi 3 bagian yaitu arus kas operasional, arus kas investasi dan arus kas pendanaan. Jika arus kas operasional positif maka usaha mereka sudah menghasilkan profit, tetapi jika negatif artinya pembiayaan operasional mereka lebih besar daripada kas yang diterima dan sebenarnya belum profit karena uangnya belum ada. Hal tersebut bisa terjadi karena pelanggan belum bisa membayar sepenuhnya sehingga menjadi piutang terlebih dahulu. Penjelasan mengenai arus kas dan analisa-analisanya dapat dilihat di artikel ini, Apa itu Cash Flow? Mengapa itu Begitu Penting Bagi Investor?.


4.  Catatan atas Laporan Keuangan


Catatan atas Laporan Keuangan

Pada bagian ini terdapat catatan-catatan penting dan penjelasan lebih rinci tiap akun. Sebagai contoh saya menampilkan catatan tentang kas dan setara kas dari ICBP. Disitu kita dapat melihar dimana saja kas itu disimpan perusahaan dan dalam bentuk apa saja, bisa seperti deposito atau kas langsung. Atau untuk akun Piutang misalnya, kita dapat melihat siapa saja yang berhutang kepada perusahaan itu.

Banyak orang mungkin melewatkan saja bagian catatan ini, tapi justru bagian catatan ini sangat penting karena bisa memberikan clue-clue yang tidak bisa dijelaskan dalam balance sheet atau laporan laba rugi. Saya sangat menyarankan anda membaca catatan dari akun-akun yang sangat memiliki peran penting untuk perusahaan dan/atau yang memiliki porsi besar dalam Neraca.


Demikianlah sharing ilmu saya mengenai Panduan Dasar Sekali Membaca Laporan Keuangan untuk Analisa Fundamental Investor. Semua ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuan penulis. Penulis tidak pernah mengenyam pendidikan atau kursus untuk belajar akuntansi atau corporate finance, jadi jika ada kesalahan saya mohon berikan kritik dan saran melalui kolom komentar. :)

1 komentar: