Header Ads

Dividen Hunter : PTBA


Logo PTBA

Dividen hunter adalah 'serial' analisa saham yang dikhususkan untuk mengetahui apakah saham tersebut layak dikoleksi untuk memperoleh dividen yang tinggi dimasa depan terhadap harga yang harus ditebus sekarang. Tentu dalam mencari saham dividen yang bagus, kita harus bisa memproyeksi labanya dimasa depan. Oleh karena itu saham dividen sebaiknya yang memiliki pertumbuhan atau laba bersih yang stabil, sehingga lebih mudah untuk diprediksi. Saham dividen bisa saja sekaligus value stocks maupun growth stocks, hal itu tentu sangat baik karena selain memperoleh return dari dividen, kita dapat memperoleh gain dari kenaikan harga saham.

Kali ini kita akan membedah saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk(PTBA) yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Perusahaan ini IPO pada tahun 2002.

Website PTBA : http://www.ptba.co.id/id

Company Profile PTBA
 
Sumber Youtube. Diupload oleh Channel BUKITASAM SOCMED

1. Balance Sheet


Sejak 2007 ekuitas PTBA naik dari Rp 2.675 miliar menjadi Rp 10.421 miliar pada tahun 2016. Menurut saya pertumbuhan ekuitasnya sangat baik. Liabilitas perusahaan ini cukup rendah dan porsi utang bank jangka pendek juga kecil. Tidak mememiliki permasalahan dengan utangnya. Overall permodalannya cukup sehat.

2. Earning dan Profit Margin



Dari tahun 2007 sampai 2016 laba bersih bertumbuh dari Rp 726 miliar ke Rp 2 triliun. Pertumbuhan tersebut cukup bagus namun tidak stabil setiap tahun. Hal ini memang wajar karena PTBA berbisnis batubara yang harga komoditasnya cukup fluktuatif. Kabar baiknya fluktuasi tersebut tidak pernah membuat PTBA mengalami kerugian(setidaknya dalam 10 tahun ini), tidak seperti perusahaan batubara lainnya, ini hal yang positif.

ROE dan ROA rata-rata dalam 5 tahun terakhir adalah 24,8% dan 14,98%, yang terbilang sangat bagus.

PTBA memiliki profit margin yang oke(NPM 19,22%) yang cukup besar dibandingkan perusahaan batubara lainnya. Strategi untuk menjual batubaranya ke pembangkit listrik(power plant) dapat membuat PTBA mampu menjaga margin keuntungan. Hal ini dilakukan karena cadangan batubara yang dimiliki PTBA paling banyak adalah kalori menengah kebawah(yang tidak profitable jika langsung dijual ke pasar bebas). Proyeksi laba 2017(berdasarkan LK Q2) adalah Rp 3,4 triliun(semester 1 Rp 1,7 triliun) dan proyeksi berdasarkan LK Q2 tersebut telah melampaui target manajemen.

3. Growth Rate


Melihat rata-rata pertumbuhan sejak 2007 dan pergerakan laba bersih, PTBA memang terlihat seperti growth stock. Namun hal tersebut dimungkinkan karena saat ini harga batubara kembali naik dan membuat laba PTBA meningkat. Jikalau harga batubara turun, kemungkinan tidak sebaik ini rasio growthnya(terutama laba bersih). Hal tersebut mau tidak mau membuat PTBA menjadi saham siklal. Intinya, PTBA sekarang terlihat bagus karena tengah berada disiklus atas batubara. 

4. Rasio Valuasi


Pada saat artikel ini ditulis, PTBA dihargai dengan PBV 1,8 dan PER 6,16 di harga Rp 9.225. Dengan rasio ini, sekilas valuasi ini bisa dianggap cukup fair karena saat ini tengah berada disiklus yang baik.

5. History dan Proyeksi Dividen



Tiap tahun perusahaan ini selalu membagikan dividen dari tahun 2007. Rata-rata 3 tahun terakhir, Dividen Payout Ratio adalah 34,65%. Dengan EPS yang tidak stabil. Berdasarkan laba bersih dari Q2 yang disetahunkan memperoleh EPS Rp 1.496 dan bisa diproyeksikan dividen untuk tahun buku 2017 kurang lebih Rp 518,5. Tentu hal ini hanya perkiraan semata, karena besaran dividen resminya nanti akan ditetapkan didalam RUPS.

EPS 2017 melonjak dari 2016 karena harga batubara kembali naik. Manajemen menargetkan laba bersih tahun 2017 akan meningkat 19% dari 2016. Namun melihat kenyataan sampai pada kuartal kedua, laba PTBA hanya selama semester 1 2017 telah mencapai 86% laba sepanjang tahun 2016! Jika tren harga batubara tetap terjaga dan performa PTBA tidak berubah, maka kemungkinan laba 2017 bisa melompat sampai atau bahkan lebih dari 50% lebih besar dari 2016(terlepas dari isu-isu hangat belakangan ini yang disebut-sebut akan mengganggu kinerja PTBA). 

Dengan asumsi harga yang akan ditebus adalah Rp 9.225 maka dividen yield yang akan kita dapat adalah 5,62%. Yield ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata yield dividen saham blue chips di bursa sekitar 2-3%.

Data dari Yahoo Finance

Dari kebiasaannya sejak 2007, PTBA membagikan dividen cukup acak tiap tahunnya karena adanya dividen interim dulu. Namun 5 tahun belakangan PTBA biasanya membagikan dividen pada pertengahan tahun sekitar bulan April atau Mei.

KESIMPULAN

Berdasarkan data-data diatas, menurut saya PTBA cukup layak dibeli untuk investasi karena dividennya yang cukup menarik, namun karakter bisnis batubara yang siklal membuat harga sahamnya pun naik turun mengikuti harga komoditasnya. Hal ini bisa anda manfaatkan jika anda memahami bisnis serta fluktuasi harga komoditasnya.


Demikianlah sedikit ulasan Saham Dividen Hunter : PTBA. Semua tulisan ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuan penulis. Penulis tidak pernah mengenyam pendidikan atau kursus untuk belajar akuntansi atau corporate finance, jadi jika ada kesalahan saya mohon berikan kritik dan saran melalui kolom komentar. :)

Tidak ada komentar